Skip to main content

Cara Cepat Paham Subject-Verb Agreement

Punya grammar yang sempurna memang keren, tapi buat kerja sebagai customer service online atau call center agent yang penting justru menguasai dasar-dasarnya dulu. Ya, subject-verb agreement. Kedengarannya sepele, tapi efeknya ke percakapan bisa panjang. Nah, artikel ini bakal bahas caranya biar nggak salah pilih kata kerja, dari yang umum sampai jebakan mass noun kayak "advice" dan "information".

Tips Grammar Dasar Bahasa Inggris Paling Dicari Buat Interview Call Center & Chat Support

“Agent answers the phone?”

Keliatannya cuma beda huruf “s” di belakang, tapi itu bisa bikin kamu langsung dikira belum siap kerja sama pelanggan luar negeri. Belum paham struktur paling dasar: subjek tunggal pakai verb tunggal, subjek jamak pakai verb jamak.

Banyak yang nulis "I did not panicked" atau "She does wants to leave".

Kelihatannya benar ya, karena pakai “did” dan “does”. Tapi justru itu jebakannya. Setiap kali ada do, does, atau did, verb yang dipakai harus base form—nggak pakai -s, nggak pakai -ed. Jadi yang benar itu "I did not panic" dan "She does want to leave".

Kenapa? Karena "did" atau "does" sudah mewakili perubahan waktu. Jadi kata kerja utamanya jangan ikut-ikutan berubah.

Singular vs Plural: Verb Justru Terbalik dengan Noun

Singular noun itu artinya satu: agent, customer, chair. Plural noun itu lebih dari satu: agents, customers, chairs.

Tapi anehnya, di verb justru kebalik.

Kalau noun singular, maka verb-nya pakai S:

The agent answers the phone.

Kalau noun plural, verb-nya nggak pakai S:

The agents answer the phone.

Ini sering bikin bingung pemula. Tapi kalau udah ngerti polanya, tinggal diulang-ulang aja biar terbiasa.

Indefinite Pronoun: Everybody itu Tunggal, Bukan Jamak

Kamu pasti mikir “everybody” itu banyak orang. Tapi dalam grammar, “everybody” dianggap singular. Jadi kalimat kayak:

Everybody is ready.

bukan “are ready”.

Beberapa kata lain yang kelihatan banyak tapi sebenarnya tunggal:

  1. everyone
  2. nobody
  3. somebody
  4. anyone

Semua itu harus diikuti oleh verb tunggal. Meski rasanya pengin banget nulis “are”.

Mass Noun vs Countable Noun

“I need an advice” = SALAH

“I have three furnitures” = SALAH

“These informations are important” = SALAH

Kenapa? Karena kata seperti advice, furniture, information itu termasuk mass noun alias kata benda tak terhitung. Nggak bisa dipakai dengan “a/an”, nggak bisa dijumlahin pakai angka, dan nggak boleh dikasih “s”.

Solusi? Tambahkan "piece(s) of..." di depannya.

Contoh:

I need a piece of advice.

I bought three pieces of furniture.

These pieces of information are important.

Perpaduan Dua Subjek: "And" vs "Or/Nor"

The agent and the customer are both irate.

Contoh:

Neither the agents nor the supervisor wants extra shifts.

Karena “supervisor” lebih dekat ke verb dan dia singular.

Infinitive Verb: Harus Base Form

Kalimat kayak:

She needed to takes a break = SALAH

She needed to take a break = BENAR

Karena "to" + verb = infinitive. Verb-nya harus dalam bentuk dasar. Bukan “takes”, bukan “took”, tapi “take”.

Sama halnya dengan:

to travel (bukan travels/traveled)

to stop (bukan stops/stopped)

Belajar Grammar Bukan Buat Jadi Sempurna, Tapi Biar Nggak Malu-Maluin

Tapi justru dari situ bisa tahu mana yang kurang. Bukan soal pengin jadi bule atau grammar freak, tapi lebih ke biar lebih profesional saat ngobrol sama customer, apalagi buat yang kerja sebagai CS online atau BPO support.

Grammar Itu Alat, Bukan Tujuan

Yang paling penting, jangan nunggu grammar kamu sempurna baru berani ngomong. Justru dengan ngomong, kamu bisa tahu salahnya di mana. Artikel ini bukan buat bikin kamu takut grammar, tapi biar kamu tahu mana yang wajib diperhatiin duluan.

Pernah nggak sih, kamu lagi interview kerja, terus nyebut “informations”, “advices”, atau “she don’t want”?

Nah, semua itu bisa jadi sinyal ke recruiter kalau kamu masih belum siap.

Jadi, yuk belajar pelan-pelan dari dasar. Karena sekali kamu ngerti subject-verb agreement, percaya deh… kamu udah selangkah lebih siap dari kebanyakan pelamar lain yang masih nebak-nebak.

Kalau kamu kerja di dunia CS, telemarketing, atau interview ke perusahaan BPO, grammar ini bukan teori doang. Ini fondasi komunikasi. Dan sekarang kamu udah punya panduannya.


Comments

Popular posts from this blog

Cara Cepat Mahir Mengetik 10 Jari Tanpa Melihat Keyboard – Wajib Tahu Buat Pelamar Call Center & Fresh Graduate!

Cuma butuh dua minggu latihan konsisten buat bisa ngetik lancar 10 jari tanpa perlu melototin keyboard. Tapi entah kenapa, sampai sekarang masih banyak pelamar lowongan call center yang ngetiknya kayak burung pelatuk—pakai dua jari sambil nunduk. Padahal, skill ngetik ini jadi senjata utama kalau kerja di dunia pelayanan pelanggan. Gak Bisa Ngetik Cepat? Segera Perbaiki Kalau Gak Mau Ketinggalan Zaman Kamu bisa aja jago ngomong, tapi kalau pas input data ngetiknya setengah jam untuk satu kalimat, siap-siap bikin pelanggan frustasi. Nah, biar gak ketinggalan dan ditinggal recruiter, yuk simak cara belajar touch typing yang cepat, gratis, dan 100% bisa dilakukan siapa aja—even yang gaptek sekalipun. Kenapa Skill Mengetik Itu Penting Buat CS dan Job Online Lainnya? Di dunia kerja digital sekarang, kecepatan dan ketepatan adalah segalanya. Gak cuma buat call center, tapi juga buat virtual assistant, admin remote, customer service e-commerce, bahkan freelance data entry. Semuanya butuh skil...

Nyamankah dengan Gaji Customer Service Call Center Indonesia 2025

Gaji agent call center di Indonesia, apalagi yang baru mulai, memang terasa cukup nyaman buat hidup sendiri. Bisa bayar kos, jajan boba tiap minggu, bahkan kadang nyicil HP baru. Tapi jangan salah, hidup itu dinamis. Kerja Call Center Bisa Bikin Mandiri, Tapi Bukan Tempat Menetap Selamanya Maka dari itu, kalau sekarang masih betah kerja sebagai customer service, mulailah siapkan rencana keluar dari industri ini, dan bangun skill baru sedini mungkin. Cerita di Tengah: Dari Gaji Harian di Mall ke Gaji Bulanan yang Bikin Merasa “Kaya Raya” Tahun 2013, seorang anak muda umur 20 tahun kerja di mall, dibayar cuma per hari. Bisa dibilang pas-pasan buat sekadar bertahan hidup. Tapi semuanya berubah waktu dia pindah ke dunia call center. Begitu terima gaji pertamanya, rasanya kayak menang undian. Pendapatannya langsung naik dua kali lipat. Rasanya hidup jadi lebih cerah. Tapi cerita gak berhenti di sana. Gaji besar di awal bisa bikin terlena. Banyak yang merasa cukup, padahal tantangan hidup ma...

Kesalahan Grammar yang Bikin Malu: Bedain “Your” vs “You’re” dan “Its” vs “It’s”, Yuk!

  Kalau kamu masih asal tulis your dan you’re, atau sering tukar-tukar antara its dan it’s, jangan kaget kalau kamu dihakimi diam-diam sama pembaca atau rekruter. Iya, sesederhana itu bisa bikin kredibilitas ambyar. Tapi kabar baiknya: ini gampang banget dipelajari, asal kamu paham polanya. Pahami Dulu Fungsi Tersembunyi dari Tanda Apostrof Kita mulai dari si kecil yang suka bikin bingung: apostrof (‘). Kalau ada apostrof di kata you’re dan it’s, berarti itu kontraksi, alias gabungan dari dua kata. You’re = You are Contoh: You’re reckless → You are reckless It’s = It is atau It has Contoh: It’s raining → It is raining Contoh lain: It’s been amazing → It has been amazing Jadi setiap ketemu apostrof, coba ubah ke bentuk aslinya. Masuk akal? Berarti benar. Aneh? Salah besar. Kalau Gak Ada Apostrof, Artinya Itu Kepemilikan Sekarang kebalikannya, kalau kamu lihat your dan its tanpa apostrof, itu berarti menunjukkan kepemilikan. Your sister → saudarimu Its requirements → persyaratannya (...