Cara Menulis Email Customer Service

Bagi kandidat yang ingin bekerja di bidang layanan pelanggan, tes menulis email customer service sering kali menjadi penentu kelulusan. Perusahaan ingin memastikan calon karyawan mampu menulis email yang profesional, ramah, sekaligus mudah dipahami. Tes ini bukan sekadar soal grammar, tapi juga melatih empati, kemampuan problem solving, serta penggunaan bahasa yang tepat.

Format Dasar Email Customer Service

Tidak semua orang menyadari bahwa email layanan pelanggan biasanya memiliki struktur empat bagian. Format ini sederhana, namun wajib dipahami:


Subject line – ringkas dan jelas, misalnya “Penjelasan Tambahan Biaya Tagihan Anda”.

Greeting – gunakan sapaan netral seperti “Hi” atau “Hello” untuk menghindari nada kaku.


Body email – terdiri dari:

pembukaan & empati,

penjelasan & solusi,

call to action,

penutup dengan ajakan untuk menghubungi kembali.


Sign-off – seperti “Best regards”.


Contoh Email Customer Service yang Ideal

Bayangkan ada pelanggan yang mengeluh karena muncul biaya tambahan di tagihan. Langkah pertama bukan langsung memberi detail angka, melainkan mengakui emosi pelanggan. Misalnya:


"Terima kasih telah menghubungi kami. Saya memahami kekhawatiran Anda mengenai biaya tambahan dan dengan senang hati akan membantu menjelaskan detailnya."


Setelah itu, barulah diberikan penjelasan singkat namun jelas. Misalnya:


"Biaya tambahan sebesar $10 muncul karena layanan paket telepon internasional yang aktif sejak 28 September 2024."


Kemudian tambahkan call to action:


"Jika layanan ini tidak Anda butuhkan, saya dapat membantu menonaktifkannya dan menyesuaikan tagihan bulan berikutnya. Mohon informasikan pilihan Anda."


Dan akhiri dengan penutup positif:


"Silakan hubungi saya kembali bila ada pertanyaan lain. Kami selalu siap membantu Anda."


Tips Penting Agar Email Lolos Tes

Selain memahami format, ada beberapa hal teknis yang menentukan kelulusan Anda dalam tes email customer service:

- Gunakan bahasa sederhana: Hindari istilah teknis berlebihan.

- Perhatikan grammar & tanda baca: Kesalahan kecil bisa membuat email terlihat tidak profesional.

- Tulis dengan nada profesional: Ramah tapi tidak terlalu santai.

- Berikan solusi, bukan sekadar jawaban: Jangan hanya menjelaskan masalah, tapi tawarkan langkah lanjut.

Kesalahan yang Harus Dihindari

Beberapa hal yang sering membuat peserta gagal tes email customer service antara lain:

- Subjek email terlalu panjang atau tidak jelas.

- Tidak mengakui perasaan pelanggan di awal.

- Penjelasan bertele-tele tanpa solusi.

- Nada email terlalu kaku atau sebaliknya terlalu santai.

- Tidak ada call to action sehingga email terasa menggantung.

Untuk bisa lulus tes menulis email customer service, kamu tidak hanya butuh kemampuan menulis, tetapi juga empati, ketelitian, dan strategi komunikasi yang tepat. Kuasai format empat bagian email, gunakan bahasa yang ringkas, serta selalu tutup dengan nada positif.

Dengan latihan konsisten, kamu bisa menulis email yang profesional dan berkesan, sekaligus meningkatkan peluang diterima di posisi customer service.

Comments

Popular posts from this blog

Cara Jawab Pertanyaan “Ceritain Tentang Diri Kamu” di Interview Call Center Indonesia

Mengenal Analitis, Driving, Amiable, dan Expressive

Tips Simulasi Mock Call Center Indonesia