Nama Cornelis de Houtman hampir selalu muncul ketika pembahasan mengarah pada sejarah kedatangan Belanda ke Indonesia. Ia bukan tokoh yang langsung membangun kekuasaan kolonial Belanda dalam bentuk seperti yang dikenal pada abad-abad berikutnya. Namun, pelayarannya pada akhir abad ke-16 menjadi salah satu titik penting yang membuka jalur perdagangan langsung antara Belanda dan Nusantara. Dari perjalanan inilah informasi mengenai wilayah penghasil rempah semakin terbuka bagi pedagang Belanda dan kemudian diikuti oleh ekspedisi-ekspedisi berikutnya. Perjalanan Cornelis de Houtman tidak berlangsung mulus. Ekspedisi pertamanya menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penyakit, konflik internal, perjalanan laut yang panjang, hingga hubungan yang buruk dengan sejumlah penguasa di Nusantara. Bahkan beberapa tahun kemudian, ketika kembali ke kawasan Asia Tenggara, perjalanan Cornelis berakhir tragis di Aceh. Dalam catatan sejarah Indonesia, namanya kemudian tidak hanya dikaitkan dengan awal p...
Perdebatan mengenai toleransi beragama di Indonesia tidak pernah benar-benar selesai. Persoalannya bukan hanya berkaitan dengan hubungan antara kelompok agama yang berbeda, tetapi juga menyentuh pertanyaan yang jauh lebih luas mengenai bentuk negara, kebebasan menjalankan keyakinan, posisi kelompok minoritas, peran pemerintah, serta bagaimana masyarakat menghadapi perbedaan pandangan. Dalam sebuah percakapan antara dan , sejumlah persoalan tersebut dibahas melalui sudut pandang politik, sosial, dan pengalaman pribadi. Salah satu pertanyaan utamanya adalah bagaimana masa depan keberagaman Indonesia ketika konfigurasi politik berubah dan berbagai kelompok dengan kepentingan berbeda mencoba memengaruhi arah kebijakan negara. Pembicaraan tersebut berlangsung dalam konteks pergantian pemerintahan dan perubahan peta politik nasional. sebagian pernyataan yang muncul dalam percakapan merupakan pandangan narasumber mengenai kemungkinan perkembangan politik, bukan kepastian mengenai apa yang aka...


