Perdebatan mengenai budaya pesantren modern di Indonesia kembali mencuat setelah banyak konten viral yang membahas soal kekerasan di lingkungan pendidikan berbasis agama. Topik seperti kritik sistem pesantren tradisional, fenomena sakralisasi tokoh agama di pesantren, hingga kasus bullying dan kekerasan seksual di lembaga pendidikan Islam semakin sering diperbincangkan di media sosial maupun ruang publik. Kondisi ini membuat masyarakat mulai mempertanyakan bagaimana sebenarnya wajah pendidikan pesantren saat ini dan mengapa berbagai polemik terus berulang dari waktu ke waktu. Kritik Sistem Pesantren Tradisional dan Budaya Sakralisasi Di sejumlah lingkungan pesantren, terdapat budaya yang menempatkan figur tertentu pada posisi sangat tinggi hingga sulit dikritik. Fenomena ini sering dikaitkan dengan konsep karamah, keberkahan, serta penghormatan berlebihan kepada tokoh tertentu. Dalam praktiknya, sebagian masyarakat memandang bahwa budaya seperti ini dapat memunculkan pola pikir yang me...
Transisi menuju digitalisasi yang seharusnya membawa angin segar bagi iklim usaha di Indonesia justru berubah menjadi mimpi buruk administratif yang sangat melumpuhkan. Peluncuran aplikasi yang secara resmi diistilahkan sebagai Sistem Inti Administrasi Perpajakan (SIAP), pada hari-hari pertama operasionalnya langsung memicu kekacauan berskala nasional yang mengancam kelumpuhan ekonomi para pelaku usaha. Bayangkan sebuah skenario di mana roda bisnis harus berhenti berputar hanya karena sebuah sistem komputer menolak untuk menerbitkan faktur pajak, membuat perusahaan tidak mampu melakukan penagihan kepada mitra bisnis mereka. Ironisnya, di tengah kebingungan 70 juta wajib pajak yang dipaksa bermigrasi ke platform yang sarat akan masalah ini, DJP justru mengeluarkan Keputusan Dirjen yang secara eksklusif memberikan karpet merah kepada 790 wajib pajak besar atau VIP untuk kembali menggunakan sistem portal lama yang sudah terbukti stabil. Diskriminasi terang-terangan ...