Perdebatan mengenai pagar laut di pesisir Tangerang berubah menjadi isu nasional setelah berbagai nama besar, perusahaan raksasa, hingga dugaan keterlibatan elite bisnis mulai disebut secara terbuka. Polemik ini bukan lagi sekadar soal bambu yang tertancap sepanjang laut, melainkan menyangkut dugaan pelanggaran tata ruang laut, konflik kepentingan investasi, hingga nasib nelayan pesisir utara Jawa yang semakin terdesak oleh proyek reklamasi modern. Banyak masyarakat mulai mempertanyakan bagaimana sebuah pagar laut sepanjang puluhan kilometer bisa berdiri tanpa diketahui aparat, pemerintah daerah, maupun kementerian terkait selama berbulan-bulan. Dugaan Reklamasi dan Polemik Pagar Laut di Pantai Utara Pembahasan mengenai proyek pagar laut Tangerang semakin ramai ketika sejumlah aktivis lingkungan, organisasi nelayan, serta pegiat agraria mulai mengaitkan kawasan tersebut dengan dugaan perluasan proyek New Jakarta. Dalam berbagai diskusi publik, pagar bambu yang awalnya disebut sebagai p...
Hubungan emosional antara Indonesia dan Palestina bukanlah sesuatu yang baru muncul dalam beberapa tahun terakhir. Sejak masa awal kemerdekaan, Palestina sudah menjadi bagian penting dalam narasi perjuangan diplomasi Indonesia di panggung internasional. Bahkan sebelum Indonesia resmi berdiri sebagai negara merdeka, dukungan dari masyarakat Palestina terhadap perjuangan bangsa Indonesia sudah sering disebut dalam berbagai pidato dan cerita sejarah politik internasional. Pada tahun 1965, Presiden Soekarno menyampaikan pidato yang sangat terkenal mengenai Palestina dan Israel. Dalam pidato tersebut, Soekarno menegaskan bahwa Indonesia tidak akan mengakui Israel selama hak-hak rakyat Palestina belum dikembalikan sepenuhnya. Pernyataan itu kemudian menjadi fondasi sikap politik luar negeri Indonesia yang terus bertahan hingga sekarang. Bukan hanya pada era Soekarno, hampir seluruh pemerintahan Indonesia setelahnya tetap mempertahankan dukungan moral terhadap Palestina. Meskipun p...