Posts

Gejala Paranoid Disorder pada Tokoh Agama Kontroversial di Indonesia

Image
Ketika seseorang terus-menerus merasa dirinya menjadi target konspirasi, merasa diikuti, diawasi, atau disusupi, padahal bukti objektifnya lemah atau tidak ada, psikologi modern menyebutnya sebagai gejala paranoid. Dalam beberapa pemberitaan dan kesaksian publik, perilaku seperti ini kerap dikaitkan dengan sosok tokoh kontroversial tertentu. Kasus terbaru yang ramai diperbincangkan memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan. Berdasarkan pengakuan korban, tindakan tersebut dipicu oleh kecurigaan berlebihan. Pertanyaan yang berulang kali dilontarkan, “Kamu siapa sebenarnya?”, menunjukkan adanya rasa ancaman yang tidak proporsional terhadap situasi. Dalam konteks psikologi klinis, paranoid disorder ditandai oleh beberapa ciri utama: Kecurigaan ekstrem tanpa dasar kuat Merasa menjadi korban konspirasi Impulsif dalam mengambil tindakan Sulit memaafkan dan mudah tersinggung Keyakinan kuat pada sesuatu yang belum tentu terbukti Jika perilaku-perilaku tersebut muncul secara konsisten dan intens,...

Makna Hidup dan Ilusi Keakuan dalam Perspektif Filsafat Eksistensial Modern

Image
Pada akhirnya, mungkin bukan dunia yang membebani manusia, melainkan identitas yang ia bangun sendiri. Ketika seseorang merasa gagal, tersingkir, tidak diakui, atau kehilangan arah, sering kali akar masalahnya bukan pada peristiwa itu sendiri, melainkan pada konsep “aku” yang selama ini diyakini. Keakuan menjadi pusat dari kebahagiaan sekaligus sumber luka terdalam. Harapan lahir dari identitas. Ekspektasi muncul dari citra diri. Dan ketika realitas tidak sejalan dengan narasi yang dibangun, penderitaan pun tak terelakkan. Dalam konteks ini, kisah tentang Omar Khayyam menjadi refleksi yang menggugah. Refleksi Filsafat Omar Khayyam tentang Melepaskan Identitas Diri Dikisahkan bahwa suatu waktu, tokoh besar abad ke-11 itu dipergoki dalam keadaan mabuk oleh sahabatnya. Sebagai ilmuwan, matematikawan, sekaligus figur religius terkemuka, tindakannya dianggap mencoreng reputasi. Namun jawabannya sederhana sekaligus mengejutkan. Ia tidak minum untuk bersenang-senang. Ia tidak minum karena ing...

Apakah Tuhan Bisa Merasa Bosan?

Image
Justru dari konsep neraka dengan gambaran pengulangan tanpa akhir, pertanyaan tentang kebosanan menjadi relevan. Dalam sebagian pemahaman teologis, neraka digambarkan sebagai siksaan yang terus berulang. Tubuh hancur, lalu kembali utuh, lalu tersiksa lagi—sebuah time loop abadi yang tidak memberi jeda. Bahkan tanpa rasa sakit sekalipun, pengulangan tanpa akhir dapat terasa menyesakkan. Ide tentang waktu yang berulang terus-menerus inilah yang memantik renungan lebih jauh: jika pengulangan saja menyiksa manusia, bagaimana dengan eksistensi yang abadi dan tanpa batas? Di titik inilah muncul pertanyaan filosofis klasik: apakah Tuhan mengalami kebosanan dalam kemahaan-Nya? Pertanyaan ini kerap dianggap tabu. Namun dalam sejarah pemikiran Islam, diskusi semacam ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru. Konsep Tuhan dalam Filsafat Tasawuf Salah satu tokoh yang berani membahasnya adalah Ibnu Arabi, seorang sufi dan filsuf besar dalam tradisi tasawuf. Dalam karya monumentalnya, Futuhat al-Makkiy...

Fenomena Nikah Kontrak di Puncak Bogor

Image
  Di sejumlah kawasan wisata Indonesia, terutama Puncak Bogor, praktik yang dikenal sebagai nikah kontrak untuk wisatawan Timur Tengah menjadi perbincangan panjang. Istilah ini kerap muncul bersamaan dengan topik seperti nikah siri untuk turis Arab dan kawin mut’ah di Indonesia. Fenomena tersebut memicu perdebatan sengit tentang moralitas, hukum agama, eksploitasi perempuan, dan citra Islam di ruang publik. Menariknya, isu ini tidak hanya berbicara tentang praktik personal, melainkan menyentuh jaringan sosial, ekonomi, dan bahkan relasi lintas negara. Sebagian pihak menyebutnya sebagai bentuk legalisasi hubungan melalui celah fikih, sementara pihak lain melihatnya sebagai persoalan sosial kompleks yang dipengaruhi kemiskinan, regulasi lemah, dan permintaan pasar wisata. Wisata Musim Panas Orang Arab dan Perubahan Arah Tujuan Asia Tenggara Setiap musim panas, suhu ekstrem di sejumlah negara Timur Tengah mendorong warganya berlibur ke kawasan yang lebih sejuk. Sejak dekade 1980-an, A...

Skandal Ijazah Presiden Asli atau Palsu

Image
  Isu keaslian ijazah Presiden menjadi salah satu topik yang paling lama bergulir dan terus memantik diskusi. Pertanyaannya sebenarnya sederhana: apakah dokumen itu asli atau palsu? Namun implikasinya sama sekali tidak sederhana. Jika benar terjadi pemalsuan, maka persoalannya bukan lagi sekadar administrasi akademik, melainkan menyentuh fondasi moral, hukum, hingga legitimasi kepemimpinan nasional. Bila seorang kepala negara terbukti menggunakan dokumen palsu, maka persoalan tersebut dapat berkembang menjadi krisis kepercayaan publik yang luas. Bukan hanya terhadap individu yang bersangkutan, tetapi juga terhadap institusi pendidikan, lembaga hukum, hingga sistem demokrasi itu sendiri. Itulah sebabnya isu ini terus hidup meskipun yang bersangkutan sudah tidak lagi menjabat sebagai presiden. Kronologi Tuduhan Ijazah Presiden Palsu Sejak 2019 hingga 2025 Kontroversi ini bukan perkara baru. Tuduhan mengenai ijazah Presiden palsu telah muncul setidaknya sejak 2019. Sejumlah pihak meng...

Apakah Profesi Content Creator Masih Worth It di Era Digital?

Image
Menjadi content creator masih sangat layak dijalani, tetapi menjadikannya satu-satunya sumber penghasilan tanpa strategi yang matang adalah keputusan berisiko. Di tengah perubahan algoritma, naik turunnya platform, dan persaingan yang semakin ketat, yang benar-benar bertahan bukanlah mereka yang sekadar mengejar viral, melainkan yang memahami nilai dari konten itu sendiri. Strategi Menjadi Content Creator Sukses Tanpa Bergantung pada Satu Platform Banyak orang masih menyamakan YouTuber dengan content creator, padahal keduanya tidak identik. YouTube hanyalah platform. Content creator adalah profesinya. Perbedaan cara pandang ini sangat menentukan arah karier jangka panjang. Jika seseorang hanya mengandalkan satu platform, maka ketika platform tersebut mengalami penurunan atau perubahan kebijakan, penghasilannya ikut terdampak. Namun apabila yang dibangun adalah identitas sebagai pembuat konten, maka ia bisa berpindah medium—ke video pendek, podcast, film dokumenter, bahkan platform baru...

Dugaan Adanya Mafia Pangan Skala Nasional

Image
Perubahan tidak pernah lahir dari kenyamanan, dan keberanian berbicara sering kali menimbulkan gelombang yang tidak terduga. Dalam diskursus tentang dugaan mafia pangan di Indonesia dan klarifikasi Menteri Pertanian, publik disuguhkan dinamika pernyataan yang memancing tanda tanya besar. Ketika seorang pejabat tinggi menyampaikan bahwa dirinya pernah ditegur karena menutup perusahaan yang disebut terafiliasi dengan mafia, lalu kemudian mengoreksi ucapannya, ruang spekulasi otomatis terbuka. Apakah ini sekadar salah komunikasi, atau ada kekuatan yang lebih besar yang bermain di balik layar kebijakan negara? Kisah ini bermula dari sebuah pengakuan terbuka bahwa penutupan perusahaan-perusahaan tertentu berujung pada teguran dari Wakil Presiden. Namun dalam pernyataan berikutnya, narasi tersebut berubah menjadi klarifikasi bahwa teguran itu justru bentuk dukungan moral agar pemberantasan mafia pangan dilakukan lebih tegas. Dalam konteks klarifikasi pernyataan Menteri Pertanian soal mafia p...