Skip to main content

Posts

Ketika Manusia Keluar dari Gua

Ada kalanya seseorang tidak dihukum karena tidak mengetahui sesuatu, melainkan justru menderita karena mengetahui sesuatu yang belum mampu diterima oleh lingkungan di sekitarnya. Ia melihat kemungkinan yang tidak dilihat orang lain, mempertanyakan sesuatu yang selama bertahun-tahun dianggap selesai, lalu mencoba menunjukkan apa yang ditemukannya kepada masyarakat. Namun, alih-alih mendapatkan apresiasi, orang tersebut dapat dianggap aneh, sesat, pembangkang, bahkan berbahaya. Situasi seperti inilah yang menjadi inti dari perumpamaan manusia dalam gua yang sejak zaman Plato sering digunakan untuk menggambarkan hubungan antara pengetahuan, kenyataan, kebodohan, dan resistensi manusia terhadap perubahan. Kisah tersebut menjadi menarik apabila tidak hanya dipahami sebagai cerita filsafat kuno, tetapi digunakan untuk membaca kehidupan manusia pada zaman modern. Dunia hari ini dipenuhi teknologi, ilmu pengetahuan, kendaraan otomatis, komputer berkemampuan tinggi, eksplorasi luar angkasa, hin...

Recent posts

Salah Kaprah Teori Evolusi Darwin

Perdebatan mengenai teori evolusi dan agama sering kali muncul bukan semata-mata karena perbedaan keyakinan, melainkan akibat adanya pemahaman yang kurang tepat mengenai apa yang sebenarnya dimaksud dengan evolusi. Di tengah masyarakat, istilah evolusi, teori evolusi, dan teori evolusi Darwin bahkan kerap dipakai seolah-olah memiliki arti yang sama. Padahal, ketiganya dapat dibedakan secara konseptual. Kesalahpahaman inilah yang kemudian membuat sebagian orang beranggapan bahwa ketika salah satu mekanisme evolusi diperdebatkan, seluruh gagasan mengenai evolusi otomatis menjadi gugur. Pembahasan mengenai pengertian teori evolusi menurut ilmu pengetahuan sebenarnya tidak sesederhana kalimat bahwa manusia berasal dari monyet. Pernyataan tersebut justru merupakan salah satu bentuk penyederhanaan yang dapat menyesatkan. Evolusi dalam ilmu biologi berkaitan dengan perubahan karakteristik populasi makhluk hidup dari generasi ke generasi dalam rentang waktu yang sangat panjang. Mekanisme yang ...

Mengapa Seseorang Bisa Terlibat Telorisme?

  Telorisme sering kali dibayangkan sebagai persoalan yang hanya berkaitan dengan kekerasan, senjata, atau kelompok tertentu. Padahal, sebelum seseorang sampai pada tindakan ekstrem, biasanya terdapat proses panjang yang memengaruhi cara berpikir, cara memandang kelompok lain, serta cara menilai ancaman terhadap identitas yang diyakininya. memahami psikologi seseorang yang terpapar radikalisme menjadi bagian penting dalam melihat persoalan telorisme secara lebih menyeluruh. Salah satu kisah yang menjadi pembuka pembahasan adalah sosok yang disebut pernah memiliki prestasi akademik yang sangat tinggi dan dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang sains, matematika, serta astronomi. Latar belakang tersebut membuat keterlibatannya dengan ISIS menjadi sesuatu yang mengejutkan. Kisah semacam ini sekaligus menunjukkan bahwa anggapan bahwa telorisme hanya lahir dari kebodohan atau kemiskinan tidak selalu dapat menjelaskan seluruh fenomenanya. Kisah RM dan Fenomena Orang Berpendidi...

Ketika Perbedaan Pandangan Tidak Harus Berakhir dengan Permusuhan

Perbedaan pemikiran sering kali dianggap sebagai alasan yang cukup untuk menjaga jarak, bahkan tidak jarang berkembang menjadi permusuhan. Padahal, dalam kehidupan sosial yang dipenuhi beragam latar belakang, perbedaan merupakan sesuatu yang hampir mustahil dihindari. Orang dapat memiliki pemahaman agama, pengalaman hidup, pendidikan, pilihan politik, hingga cara membaca persoalan yang berbeda. Persoalannya bukan semata-mata apakah perbedaan itu ada, melainkan bagaimana seseorang menyikapinya tanpa kehilangan kemampuan untuk berdialog. Mengapa Perbedaan Pendapat dalam Islam Tidak Semestinya Menjadi Permusuhan? Dalam banyak perdebatan publik, persoalan utama justru muncul ketika seseorang lebih sibuk menentukan kelompok lawan daripada memahami argumentasinya. Perbedaan pandangan mengenai suatu persoalan kemudian berkembang menjadi penilaian terhadap pribadi, keluarga, latar belakang, bahkan leluhur seseorang. Padahal, tidak semua hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi memiliki hubu...

Modus Korupsi Studi Tour Sekolah Berujung pada Risiko Keselamatan Siswa

Studi tour sekolah selama ini sering dipandang sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus menjadi sarana belajar di luar ruang kelas. Siswa dapat mengunjungi tempat baru, mengenal lingkungan berbeda, melihat secara langsung objek yang selama ini hanya dipelajari melalui buku, sekaligus menghabiskan waktu bersama teman-teman. Namun, di balik kegiatan tersebut, muncul persoalan yang jauh lebih serius ketika pelaksanaannya tidak lagi berorientasi pada pendidikan, melainkan berubah menjadi ladang keuntungan bagi pihak tertentu. Persoalan studi tour bukan sekadar mengenai boleh atau tidaknya sekolah mengajak siswa bepergian ke luar daerah. Ada rangkaian masalah yang perlu dilihat secara lebih luas, mulai dari transparansi penggunaan dana, pemilihan perusahaan perjalanan, kondisi kendaraan, jam kerja pengemudi, hingga dugaan adanya pungutan dan pembagian keuntungan di lingkungan sekolah. Ketika berbagai persoalan tersebut bertemu dalam satu kegiatan, keselamatan siswa dapat menjadi pihak y...