Nama Christiaan Snouck Hurgronje selalu berada di wilayah yang menarik sekaligus kontroversial dalam pembahasan sejarah Islam di Indonesia. Sosok yang lahir di Belanda pada 1857 itu dikenal sebagai seorang akademisi yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai bahasa Arab, Islam, masyarakat Muslim, serta kebudayaan Timur Tengah. Namun, di balik reputasinya sebagai orientalis, muncul pertanyaan yang hingga kini terus mengundang perdebatan: apakah Snouck Hurgronje benar-benar memeluk Islam atau hanya berpura-pura menjadi Muslim demi kepentingan penelitian dan pemerintah kolonial Belanda? Pertanyaan tersebut menjadi semakin menarik karena kehidupan Snouck Hurgronje tidak sesederhana gambaran seorang pejabat kolonial yang datang ke Hindia Belanda, mengumpulkan informasi, lalu kembali ke Eropa. Ia pernah berada di Makkah, berinteraksi dengan ulama, memahami tradisi keislaman dari dekat, tinggal di lingkungan masyarakat Muslim, bahkan menikah dengan perempuan pribumi. Di sisi lain, ia juga be...
Pendidikan Indonesia sering kali dibicarakan dari sisi yang mudah terlihat. Ketika kemampuan akademik siswa dianggap belum memuaskan, pembahasan biasanya segera mengarah pada kurikulum, kualitas guru, fasilitas sekolah, pemerataan akses, hingga besarnya anggaran pendidikan. Semua persoalan tersebut memang penting, tetapi ada satu bagian yang kerap luput dari perhatian: mentalitas masyarakat terhadap ilmu pengetahuan. Bangunan sekolah dapat diperbaiki. Perangkat pembelajaran bisa diperbarui. Kurikulum dapat diganti. Bahkan anggaran pendidikan dapat ditingkatkan secara besar-besaran. Namun, seluruh usaha tersebut berpotensi tidak memberikan hasil maksimal apabila masyarakat masih memiliki kebiasaan menganggap bertanya sebagai kesalahan, mempertanyakan pendapat tokoh sebagai tindakan tidak sopan, atau menerima suatu informasi hanya karena disampaikan oleh seseorang yang dianggap memiliki kedudukan tertentu. Dalam konteks masalah pendidikan Indonesia saat ini, persoalannya bukan semata-mat...