Di tengah dunia yang semakin panas oleh perang dagang, perebutan pengaruh geopolitik, serta ketegangan antara Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia, posisi Indonesia mulai menjadi sorotan. Banyak masyarakat bertanya-tanya mengenai arah kebijakan luar negeri Indonesia setelah bergabung dengan BRICS. Sebagian melihat langkah tersebut sebagai peluang besar untuk memperkuat ekonomi nasional, sementara sebagian lainnya justru menganggap Indonesia sedang memasuki arena konflik global yang jauh lebih berbahaya dibanding sebelumnya. Pembahasan mengenai strategi Indonesia masuk BRICS terbaru tidak hanya berkaitan dengan perdagangan internasional semata. Ada persoalan energi, mata uang, ketahanan pangan, hingga ancaman perang ekonomi global yang mulai menjadi perhatian banyak negara berkembang. Dalam diskusi panjang mengenai geopolitik dunia modern, muncul satu pandangan bahwa dunia saat ini tidak lagi bergerak dalam sistem unipolar yang hanya dikuasai Amerika Serikat. Dunia telah berubah menjadi...
Pertanyaan tersebut semakin sering terdengar ketika konflik antar ormas justru menimbulkan keresahan publik, merusak fasilitas umum, bahkan menciptakan ketegangan sosial yang tidak ada kaitannya dengan kepentingan rakyat biasa. Di tengah situasi seperti itu, muncul kebingungan yang cukup masuk akal. Banyak organisasi memakai nama masyarakat, tetapi sebagian warga justru merasa tidak pernah diwakili aspirasinya. Tidak sedikit pula yang mempertanyakan mengapa ada ormas yang identik dengan aksi kekerasan, pungutan liar, atau tekanan terhadap kelompok tertentu, padahal secara teori organisasi masyarakat seharusnya menjadi jembatan aspirasi rakyat dalam sistem demokrasi. Fungsi Ormas dalam Demokrasi Indonesia Modern Dalam konsep negara demokrasi, organisasi masyarakat sebenarnya memiliki posisi yang sangat penting. Ormas dibentuk sebagai wadah berkumpulnya warga yang mempunyai kesamaan kepentingan, ideologi, latar belakang budaya, maupun tujuan sosial tertentu. Karena itu, sejarah organisas...