Skip to main content

Posts

Benarkah Zombie Bisa Diciptakan dari Senjata Biologis?

Istilah zombie selama ini lebih sering muncul dalam film horor, gim, novel, dan berbagai cerita tentang kiamat. Gambaran manusia yang telah mati kemudian bangkit kembali untuk mengejar orang hidup memang terdengar seperti fantasi. Namun, konsep zombie ternyata mempunyai akar yang jauh lebih kompleks. Dalam tradisi Haiti, istilah tersebut berkaitan dengan sosok manusia yang dipercaya kehilangan kehendak bebas dan berada di bawah kendali pihak lain. Karena itu, ketika muncul pembahasan mengenai virus zombie 2030, persoalannya sebenarnya bukan mengenai mayat hidup seperti dalam film, melainkan pertanyaan yang jauh lebih serius: apakah teknologi biologis dapat digunakan untuk mengubah kondisi kesadaran, perilaku, atau kemampuan seseorang? Kali ini membawa pembaca dari kisah Clairvius Narcisse di Haiti menuju sejarah senjata biologis, kontroversi seputar asal-usul KOPET-19, perkembangan bioteknologi, hingga kemungkinan munculnya pandemi pada masa mendatang. Namun, sejumlah bagian dalam nara...

Recent posts

Mengapa India Dekat dengan Israel?

  Hubungan India dan Israel menjadi salah satu fenomena penting dalam geopolitik Asia. Kedua negara kini mempunyai kerja sama yang luas dalam bidang pertahanan, teknologi, pertanian, keamanan, perdagangan, dan berbagai sektor strategis lainnya. Namun, kedekatan tersebut tidak dapat dijelaskan hanya dengan mengatakan bahwa masyarakat India secara umum tidak menyukai Muslim atau bahwa dukungan terhadap Israel semata-mata muncul dari faktor agama. India merupakan negara dengan populasi sangat besar, masyarakat yang beragam, serta sejarah hubungan Hindu-Muslim yang panjang dan kompleks. Di sisi lain, hubungan India dengan Israel juga telah berkembang melalui kepentingan strategis negara, kebutuhan pertahanan, teknologi, serta dinamika politik domestik. Karena itu, pertanyaan tentang mengapa India mendukung Israel dan bagaimana hubungan India-Israel berkembang perlu dilihat dari beberapa lapisan sekaligus. Pembicaraan mengenai India dan Israel sering kali bersinggungan dengan isu lain, ...

Awal Kedatangan Belanda ke Nusantara

Nama Cornelis de Houtman hampir selalu muncul ketika pembahasan mengarah pada sejarah kedatangan Belanda ke Indonesia. Ia bukan tokoh yang langsung membangun kekuasaan kolonial Belanda dalam bentuk seperti yang dikenal pada abad-abad berikutnya. Namun, pelayarannya pada akhir abad ke-16 menjadi salah satu titik penting yang membuka jalur perdagangan langsung antara Belanda dan Nusantara. Dari perjalanan inilah informasi mengenai wilayah penghasil rempah semakin terbuka bagi pedagang Belanda dan kemudian diikuti oleh ekspedisi-ekspedisi berikutnya. Perjalanan Cornelis de Houtman tidak berlangsung mulus. Ekspedisi pertamanya menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penyakit, konflik internal, perjalanan laut yang panjang, hingga hubungan yang buruk dengan sejumlah penguasa di Nusantara. Bahkan beberapa tahun kemudian, ketika kembali ke kawasan Asia Tenggara, perjalanan Cornelis berakhir tragis di Aceh. Dalam catatan sejarah Indonesia, namanya kemudian tidak hanya dikaitkan dengan awal p...

Toleransi Beragama di Indonesia

Perdebatan mengenai toleransi beragama di Indonesia tidak pernah benar-benar selesai. Persoalannya bukan hanya berkaitan dengan hubungan antara kelompok agama yang berbeda, tetapi juga menyentuh pertanyaan yang jauh lebih luas mengenai bentuk negara, kebebasan menjalankan keyakinan, posisi kelompok minoritas, peran pemerintah, serta bagaimana masyarakat menghadapi perbedaan pandangan. Dalam sebuah percakapan antara dan , sejumlah persoalan tersebut dibahas melalui sudut pandang politik, sosial, dan pengalaman pribadi. Salah satu pertanyaan utamanya adalah bagaimana masa depan keberagaman Indonesia ketika konfigurasi politik berubah dan berbagai kelompok dengan kepentingan berbeda mencoba memengaruhi arah kebijakan negara. Pembicaraan tersebut berlangsung dalam konteks pergantian pemerintahan dan perubahan peta politik nasional. sebagian pernyataan yang muncul dalam percakapan merupakan pandangan narasumber mengenai kemungkinan perkembangan politik, bukan kepastian mengenai apa yang aka...

Mengukur Gaji Guru dan ASN Berbasis Kinerja

Besarnya gaji seorang pekerja sering kali menjadi pembahasan yang sederhana di permukaan, tetapi menjadi jauh lebih rumit ketika dikaitkan dengan hasil yang dihasilkan. Guru, pegawai negeri sipil, tenaga pemasaran, manajer, hingga konsultan mempunyai pola pekerjaan yang berbeda sehingga cara menilai kontribusinya pun tidak selalu dapat disamakan. Dari sinilah muncul pertanyaan yang cukup penting: apakah seseorang seharusnya memperoleh penghasilan terutama karena berapa lama ia berada di tempat kerja, atau berdasarkan nilai dan hasil yang berhasil diciptakannya? Pertanyaan tersebut menjadi inti pembahasan mengenai rendahnya gaji guru di Indonesia, produktivitas aparatur sipil negara, serta gagasan mengenai sistem gaji berbasis kinerja di Indonesia. Pembahasannya kemudian berkembang menjadi kritik terhadap budaya kerja yang terlalu berorientasi pada kehadiran, administrasi, dan rutinitas dibandingkan pencapaian yang benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Persoalan tersebut sebenarnya ti...