Cerita mengenai hantu di Indonesia seolah tidak pernah kehilangan tempat di tengah masyarakat. Dari kisah kuntilanak, pocong, tuyul, babi ngepet, sampai berbagai makhluk gaib yang dikaitkan dengan pohon besar, rumah kosong, kuburan, sungai, dan tempat-tempat tertentu, semuanya memiliki ruang tersendiri dalam kebudayaan populer. popularitas cerita mistis bukan hanya terlihat dalam percakapan masyarakat, tetapi juga dapat ditemukan dalam media cetak, film, iklan, bahkan bisnis yang memanfaatkan ketertarikan publik terhadap dunia gaib. Jika dilihat lebih jauh, fenomena tersebut tidak selalu harus dipahami sebagai persoalan percaya atau tidak percaya kepada keberadaan makhluk halus. Cerita hantu justru dapat dibaca sebagai gambaran mengenai ketakutan, kecemasan, kondisi sosial, dan perubahan kehidupan masyarakat pada suatu zaman. Mengapa Cerita Hantu Begitu Populer di Indonesia? Salah satu gambaran menarik mengenai kuatnya minat masyarakat terhadap cerita mistik dapat dilihat dari perjalan...
Kesenjangan ekonomi di Indonesia tidak selalu terlihat dalam bentuk angka pendapatan atau jumlah uang yang tersimpan di rekening. Fenomena tersebut dapat dilihat dari sesuatu yang jauh lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, seperti rumah, tanah, kendaraan, makanan, hingga cara masyarakat menggunakan ruang publik. Di satu sisi, terdapat orang yang mampu membeli rumah dalam jumlah lebih dari satu, menguasai tanah dalam area luas, memiliki beberapa kendaraan, serta membeli berbagai kebutuhan yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan. Di sisi lain, masih terdapat keluarga yang bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan, berjalan kaki karena tidak memiliki kendaraan, dan bahkan kesulitan memenuhi kebutuhan makanan sehari-hari. Kondisi tersebut memunculkan sebuah pertanyaan sederhana tetapi sangat mendasar: mengapa sumber daya yang tersedia seolah-olah semakin banyak dikuasai oleh sebagian kecil masyarakat, sementara sebagian besar lainnya harus berjuang mendapatkan kebutuhan paling dasar? ...


