Mengukur Kepercayaan Publik, Komunikasi Politik dan Approval Rating Media Sosial Pemerintah Indonesia
Komunikasi politik pemerintah tidak selalu buruk, tetapi sering terlihat buruk karena cara publik menafsirkan pesan, derasnya emosi di media sosial, serta absennya ukuran objektif yang disepakati bersama. Dalam ruang digital yang penuh opini, persepsi dapat mengalahkan data, dan kemarahan lebih cepat viral dibanding penjelasan rasional. Di sinilah tantangan utama komunikasi politik modern berada—bukan hanya soal apa yang dikatakan pemerintah, tetapi bagaimana pesan itu diterima, dipelintir, dan disebarkan oleh jutaan akun yang memiliki kepentingan dan emosi masing-masing. Industri Kemarahan Publik dan Kritik Pemerintah yang Viral Fenomena meningkatnya konten kritik terhadap pemerintah bukan semata-mata cerminan kegagalan kebijakan, tetapi juga lahirnya industri baru: industri kemarahan. Konten yang bernada sindiran, hujatan, atau serangan terhadap pejabat publik cenderung lebih mudah menarik perhatian dibanding konten edukasi yang netral. Algoritma platform digital ikut memperkuat pola...