Skip to main content

Posts

Mengapa Seseorang Bisa Terlibat Telorisme?

  Telorisme sering kali dibayangkan sebagai persoalan yang hanya berkaitan dengan kekerasan, senjata, atau kelompok tertentu. Padahal, sebelum seseorang sampai pada tindakan ekstrem, biasanya terdapat proses panjang yang memengaruhi cara berpikir, cara memandang kelompok lain, serta cara menilai ancaman terhadap identitas yang diyakininya. memahami psikologi seseorang yang terpapar radikalisme menjadi bagian penting dalam melihat persoalan telorisme secara lebih menyeluruh. Salah satu kisah yang menjadi pembuka pembahasan adalah sosok yang disebut pernah memiliki prestasi akademik yang sangat tinggi dan dikenal memiliki kemampuan luar biasa dalam bidang sains, matematika, serta astronomi. Latar belakang tersebut membuat keterlibatannya dengan ISIS menjadi sesuatu yang mengejutkan. Kisah semacam ini sekaligus menunjukkan bahwa anggapan bahwa telorisme hanya lahir dari kebodohan atau kemiskinan tidak selalu dapat menjelaskan seluruh fenomenanya. Kisah RM dan Fenomena Orang Berpendidi...

Recent posts

Ketika Perbedaan Pandangan Tidak Harus Berakhir dengan Permusuhan

Perbedaan pemikiran sering kali dianggap sebagai alasan yang cukup untuk menjaga jarak, bahkan tidak jarang berkembang menjadi permusuhan. Padahal, dalam kehidupan sosial yang dipenuhi beragam latar belakang, perbedaan merupakan sesuatu yang hampir mustahil dihindari. Orang dapat memiliki pemahaman agama, pengalaman hidup, pendidikan, pilihan politik, hingga cara membaca persoalan yang berbeda. Persoalannya bukan semata-mata apakah perbedaan itu ada, melainkan bagaimana seseorang menyikapinya tanpa kehilangan kemampuan untuk berdialog. Mengapa Perbedaan Pendapat dalam Islam Tidak Semestinya Menjadi Permusuhan? Dalam banyak perdebatan publik, persoalan utama justru muncul ketika seseorang lebih sibuk menentukan kelompok lawan daripada memahami argumentasinya. Perbedaan pandangan mengenai suatu persoalan kemudian berkembang menjadi penilaian terhadap pribadi, keluarga, latar belakang, bahkan leluhur seseorang. Padahal, tidak semua hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi memiliki hubu...

Modus Korupsi Studi Tour Sekolah Berujung pada Risiko Keselamatan Siswa

Studi tour sekolah selama ini sering dipandang sebagai kegiatan yang menyenangkan sekaligus menjadi sarana belajar di luar ruang kelas. Siswa dapat mengunjungi tempat baru, mengenal lingkungan berbeda, melihat secara langsung objek yang selama ini hanya dipelajari melalui buku, sekaligus menghabiskan waktu bersama teman-teman. Namun, di balik kegiatan tersebut, muncul persoalan yang jauh lebih serius ketika pelaksanaannya tidak lagi berorientasi pada pendidikan, melainkan berubah menjadi ladang keuntungan bagi pihak tertentu. Persoalan studi tour bukan sekadar mengenai boleh atau tidaknya sekolah mengajak siswa bepergian ke luar daerah. Ada rangkaian masalah yang perlu dilihat secara lebih luas, mulai dari transparansi penggunaan dana, pemilihan perusahaan perjalanan, kondisi kendaraan, jam kerja pengemudi, hingga dugaan adanya pungutan dan pembagian keuntungan di lingkungan sekolah. Ketika berbagai persoalan tersebut bertemu dalam satu kegiatan, keselamatan siswa dapat menjadi pihak y...

Mengapa Kemiskinan Bisa Membuat Seseorang Rentan Menjadi Korban Ketidakadilan?

Kemiskinan sering kali hanya dipahami sebagai persoalan tidak memiliki cukup uang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Padahal, ketika kondisi ekonomi seseorang berada pada titik yang sangat lemah, persoalannya dapat merambat jauh ke berbagai aspek kehidupan. Akses terhadap pendidikan, bantuan hukum, kesempatan kerja, jaringan sosial, bahkan kemampuan mempertahankan diri ketika menghadapi persoalan hukum dapat ikut terpengaruh. Dari sinilah muncul pertanyaan yang jauh lebih besar: mengapa orang miskin sering kali menjadi pihak yang paling rentan ketika berhadapan dengan sistem yang tidak berpihak? Gagasan tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan yang mengangkat pengalaman menghadapi somasi, persoalan hukum, ketimpangan sosial, hingga kekhawatiran mengenai masa depan kelas menengah akibat perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi. Cerita yang disampaikan tidak berhenti pada pengalaman pribadi, tetapi kemudian melebar menjadi kritik terhadap ketimpangan kekuasaan dan pentingnya...

Akumulasi Keresahan Masyarakat Demi Aspirasi Perampasan Aset dalam Demonstrasi 27 Agustus 2026

Demonstrasi kembali menjadi perhatian besar di Indonesia setelah muncul berbagai gerakan masyarakat yang membawa tuntutan beragam. Salah satu isu yang mencuat adalah dorongan agar Undang-Undang Perampasan Aset segera dibahas dan diselesaikan. Namun, jika melihat lebih jauh, gelombang demonstrasi tersebut tampaknya tidak berdiri hanya karena satu persoalan. Ada persoalan ekonomi, komunikasi pemerintah dengan masyarakat, ketidakpuasan terhadap kebijakan, hingga keresahan kelompok usaha yang ikut membentuk suasana sosial. Pembahasan mengenai demonstrasi 27 Agustus 2026 di Indonesia menjadi menarik karena gerakan masyarakat yang muncul bukan hanya berasal dari satu kelompok. Dalam perbincangan tersebut, Aliansi Masyarakat Pati Bersatu disebut sebagai salah satu kelompok yang menginspirasi gerakan untuk menyuarakan tuntutan. Di balik tuntutan tersebut terdapat persoalan yang lebih luas mengenai bagaimana aspirasi masyarakat disampaikan dan sejauh mana pemerintah mampu meresponsnya. Mengapa ...