Posts

Showing posts with the label Pekerjaan

Perbedaan Pelayanan Customer Service yang Buruk vs Baik Saat Menangani Keluhan Barang

Image
Pelanggan menghubungi layanan pelanggan karena pesanan induction cooker yang ia beli beberapa minggu sebelumnya tidak kunjung sampai. Dari sinilah terlihat dua pendekatan berbeda: pelayanan buruk  dan pelayanan baik oleh Agent. Saat Pelanggan Marah Karena Barang Tidak Kunjung Dikirim Uniknya, masalah yang ditangani sama: pesanan masuk dalam status backorder akibat tingginya permintaan. Namun, cara customer service menjawab pertanyaan pelanggan memberi hasil yang sangat berbeda. Contoh Pelayanan Customer Service yang Buruk Ketika menerima telepon, ia langsung terkesan defensif. Alih-alih menenangkan pelanggan, ia malah berkata: “Coba cek email, biasanya ada pemberitahuan”. Bahkan, menyalahkan sistem stok website dengan alasan “ada di syarat dan ketentuan”. Akibatnya, pelanggan merasa disepelekan dan semakin marah. Komunikasi seperti ini bisa merusak citra brand karena menunjukkan minim empati dan solusi. Bagaimana Pelayanan Customer Service yang Baik Dilakukan Berbeda jauh, Agent me...

Cara Menjelaskan Tagihan Bunga Kartu Kredit

Image
Masalah ini terjadi karena adanya periode antara tanggal cetak tagihan (statement date) dan tanggal pembayaran yang dilakukan. Walaupun pembayaran dilakukan sebelum due date, bunga tetap bisa muncul karena akumulasi dari sisa saldo setelah tanggal cetak. Seorang nasabah menelepon dan protes: “Saya sudah bayar penuh, kenapa masih ada Rp50.000?”. Jawaban customer service yang baik bukan hanya sekadar menjelaskan angka, tapi juga memberikan edukasi finansial singkat. Misalnya: “Betul Bu, pembayaran Anda sudah kami terima sebelum due date, yaitu 20 Desember. Namun bunga tetap berjalan dari tanggal cetak 1 Desember hingga pembayaran diproses. Jawaban seperti ini tidak hanya menyelesaikan pertanyaan, tetapi juga mencegah nasabah mengulangi kesalahan serupa. Pentingnya Nada Suara Ramah Saat Menjelaskan Tagihan Kartu Kredit Banyak pelanggan merasa seolah-olah dikenakan “hukuman tersembunyi”. Di sinilah peran customer service untuk menenangkan dengan nada empati: Akui perasaan pelanggan: “Saya ...

Cara Menulis Email Customer Service

Image
Bagi kandidat yang ingin bekerja di bidang layanan pelanggan, tes menulis email customer service sering kali menjadi penentu kelulusan. Perusahaan ingin memastikan calon karyawan mampu menulis email yang profesional, ramah, sekaligus mudah dipahami. Tes ini bukan sekadar soal grammar, tapi juga melatih empati, kemampuan problem solving, serta penggunaan bahasa yang tepat. Format Dasar Email Customer Service Tidak semua orang menyadari bahwa email layanan pelanggan biasanya memiliki struktur empat bagian. Format ini sederhana, namun wajib dipahami: Subject line – ringkas dan jelas, misalnya “Penjelasan Tambahan Biaya Tagihan Anda”. Greeting – gunakan sapaan netral seperti “Hi” atau “Hello” untuk menghindari nada kaku. Body email – terdiri dari: pembukaan & empati, penjelasan & solusi, call to action, penutup dengan ajakan untuk menghubungi kembali. Sign-off – seperti “Best regards”. Contoh Email Customer Service yang Ideal Bayangkan ada pelanggan yang mengeluh karena muncul biay...

Rahasia Rapport Building Call Center Indonesia

Image
Rapport building itu penting, tapi kalau hanya berhenti di situ, hubungan dengan pelanggan bakal terasa dangkal. Justru yang bikin beda adalah bagaimana agen bisa bikin pelanggan merasa dihargai, dipahami, dan diperlakukan sebagai individu, bukan sekadar nomor antrian. Proactive Problem Solving: Kunci Customer Service Tingkat Lanjut Bayangin pelanggan udah dua kali kena masalah teknis. Daripada kasih solusi sementara, agen bisa langsung bilang: “Kebetulan produk ini masih dalam garansi, mau sekalian saya ajukan penggantian saja biar lebih tenang ke depannya?” Itu namanya problem solving proaktif. Pelanggan merasa dijagain, dan brand terlihat peduli jauh sebelum masalah membesar. Small Talk: Bukan Basa-Basi Biasa Jangan remehkan obrolan ringan. Tanya hal sederhana kayak: “Lagi kerja remote ya?” “Kopi favoritnya apa?” “Pindah ke kota baru ya?” Pertanyaan netral seperti itu bikin pelanggan terbuka. Bahkan, kalau nanti agen perlu minta mereka restart modem atau kasih data tambahan, mereka ...

Mengenal Schwa Sound

Image
  Kadang kita mikir, kok belajar pronunciation bahasa Inggris ribet banget? Jawabannya simpel: salah satunya gara-gara schwa sound. Dan kesimpulannya? Kalau belum kenal “uh” alias schwa, jangan harap bisa terdengar natural saat ngomong English. Kenapa Schwa Sound Penting Buat Pronunciation Bahasa Inggris Schwa adalah suara paling sering muncul dalam bahasa Inggris Amerika. Bunyinya kayak “uh”. Problemnya, di bahasa Indonesia, bunyi ini nggak ada. Jadi wajar aja kalau orang bingung. Contoh Paling Gampang: Kata Berakhiran -tion / -sion Banyak yang ngucapin “mis-shun” padahal seharusnya “mi-shÉ™n”. Contoh lainnya: mission → bukan mish-shun tapi mish-É™n nation → bukan ney-shun tapi ney-shÉ™n promotion, division, transition → semua pakai schwa. Schwa Bisa Muncul di Semua Huruf Vokal Uniknya, schwa bisa “nyamar” di A, E, I, O, U. A → about, around, dollar, pizza E → listen, problem, compliment, accident I → ability, inspiration, individual, American O → connect, consider, bottom, political...

Belajar Episoden: Latihan Speaking, Conversation & Confidence

Image
Kalau ada satu hal yang bisa langsung mengubah cara fresh graduate maupun pekerja meningkatkan kemampuan bahasa Inggris, jawabannya sederhana: latihan percakapan nyata sesering mungkin. Grammar boleh masih salah, pronunciation belum mulus, tapi yang penting bicara. Platform seperti Episoden membuktikan kalau belajar speaking bisa gratis, aman, dan efektif karena langsung praktek ngobrol dengan orang dari berbagai negara. Cerita Menarik dari Para Pengguna Episoden Bayangkan bisa ngobrol dengan mahasiswa Myanmar soal situasi politik negaranya, atau diskusi serius dengan orang Venezuela tentang komunisme. Ada juga pengalaman seru dengan orang Meksiko yang pindah kerja ke Amerika dan merasakan pentingnya English speaking untuk karier. Bahkan, ada peserta dari Indonesia yang hobi baca buku — mulai dari Atomic Habits sampai novel Agatha Christie. Dari semua cerita itu kelihatan satu hal: bahasa Inggris jadi pintu masuk buat pengalaman hidup yang lebih luas. Kenapa Banyak Orang Gagal Speaking...

Cara Meningkatkan Speaking, Pronunciation & Confidence

Image
Jangan tunggu sampai wawancara kerja berikutnya untuk sadar bahwa bahasa Inggris itu peluang. Kalau sudah bisa bicara lancar, percaya diri, dan bisa dipahami oleh orang dari berbagai negara, pintu karier terbuka lebar: klien internasional, gaji lebih besar, proyek yang lebih bergengsi. Rekam Diri Sendiri Saat Bicara Saat menjawab pertanyaan acak dalam bahasa Inggris sambil direkam, kita bisa sadar dua hal sekaligus: pilihan kata dan bahasa tubuh. Awalnya pasti canggung, tapi lama-lama terbiasa. Misalnya ditanya: “If you could instantly master a new skill, what would it be?” — jawab saja spontan. Dari situ otak belajar berpikir dalam bahasa Inggris tanpa berlama-lama menerjemahkan. Bonusnya, kita juga bisa memperbaiki ekspresi wajah dan gestur supaya terlihat lebih percaya diri. Kenapa Harus Repot Belajar Bahasa Inggris? Banyak fresh graduate merasa minder. IPK bagus, ijazah di tangan, tapi begitu diminta presentasi dalam bahasa Inggris, lidah jadi kaku. Dan kalau karier incaranmu melib...

Mengenal Analitis, Driving, Amiable, dan Expressive

Image
Kalau ditanya, “Apa sih kunci sukses menghadapi berbagai tipe pelanggan?” jawabannya sederhana: pahami gaya komunikasi mereka, lalu sesuaikan cara bicara kita. Ada pelanggan yang butuh data super detail, ada juga yang cuma mau solusi cepat tanpa basa-basi. Ada yang lebih suka ngobrol santai dulu, ada juga yang penuh ekspresi dan cerita panjang. Nah, keempat karakter ini dikenal sebagai empat gaya sosial pelanggan: Analytical, Driving, Amiable, dan Expressive. Contoh Realita di Lapangan Bayangkan kamu lagi kerja di customer service. Ada pelanggan yang langsung bilang: “Nomor order saya 567812, barang telat, kapan sampai?” Itu jelas tipe Driving — tegas, cepat, dan nggak mau muter-muter. Kalau kita balas dengan penjelasan panjang lebar soal rantai pasokan, bisa-bisa mereka langsung kehilangan kesabaran. Lain lagi dengan Amiable. Tipe ini biasanya mulai dengan kalimat ramah seperti: “Halo, apa kabar? Semoga harimu menyenangkan ya.” Mereka butuh rasa nyaman, bukan sekadar jawaban teknis. K...

Tips Lolos Final Interview Kerja: Strategi Jawaban, Trik Follow-Up, dan Cara Bangun Koneksi dengan Pewawancara

Image
Banyak orang datang ke final interview dengan bekal hafalan jawaban. Padahal yang dicari pewawancara bukan hanya isi jawaban, tapi cara kita menanggapi pertanyaan lanjutan, membangun hubungan, dan menyesuaikan gaya bicara dengan lawan bicara. Kesalahan umum adalah berpikir final interview sama seperti yang awal—padahal beda levelnya. Trik Memprediksi Pertanyaan Lanjutan Salah satu cara menjawab follow-up question yang efektif adalah mengantisipasinya dari awal. Misalnya, kalau di interview awal kamu menjawab “Kekuatan terbesar saya adalah kemampuan beradaptasi,” kemungkinan besar di final interview akan muncul pertanyaan seperti: “Bisakah ceritakan saat kamu harus beradaptasi dengan perubahan mendadak dan hasilnya untuk tim?” Kalau sudah tahu pola seperti ini, latihan jawabannya bisa dibuat lebih personal dan terhubung dengan pengalaman nyata. Interview tahap awal biasanya seperti penyaringan cepat—pertanyaannya singkat, tujuannya mencari kandidat yang memenuhi syarat dasar. Tapi di fi...

Cara Berbicara Bahasa Inggris dengan Percaya Diri: Trik Anti Grogi untuk Wawancara Kerja & Layanan Pelanggan

Image
Ada teknik yang bisa langsung dipraktikkan, mulai dari mengatur postur tubuh sampai melatih keberanian lewat simulasi wawancara kerja. Bahkan, tanpa kursus mahal pun, latihan mandiri tetap bisa membuat kemampuan speaking naik level. Rahasia Pertama: Bahasa Tubuh Lebih Berpengaruh dari yang Kamu Kira Berdiri tegak, bahu rileks, tatapan mata stabil, dan suara yang jelas ternyata bisa “membohongi” otak agar merasa lebih percaya diri. Dalam wawancara kerja, postur ini membuat kesan profesional tanpa terlihat berlebihan. Pelayanan Pelanggan dan Bahasa Inggris Bayangkan bekerja di call center, menerima telepon dari penutur asli bahasa Inggris dengan masalah yang rumit. Tidak cukup hanya tahu kata-katanya—yang menentukan adalah ketenangan, nada suara, dan kemampuan menjaga arah percakapan. Mengapa topik ini penting? Karena dalam industri apa pun—terutama layanan pelanggan dan wawancara kerja—kemampuan berbicara bahasa Inggris dengan percaya diri bisa jadi penentu apakah peluang akan terbuka a...

Masa Depan AI di Call Center: Antara Peluang, Ancaman, dan Realita yang Gak Bisa Dihindari

Image
Meski teknologi Artificial Intelligence makin canggih, kemungkinan AI sepenuhnya menggantikan manusia di industri call center itu tipis. Yang pasti, AI mengambil pekerjaan repetitif. AI Tidak Akan 100% Menggantikan Call Center Sementara untuk panggilan yang butuh empati, pemecahan masalah kreatif, dan komunikasi penuh rasa, manusia tetap jadi pilihan utama. AI Sudah Beda dari Bayangan 10 Tahun Lalu Dulu, sekitar satu dekade yang lalu, bayangan AI di dunia call center hanyalah suara robot monoton yang kaku. Sekarang? Suaranya seperti manusia asli dengan variasi nada. Dua Jenis Panggilan yang Jadi Penentu Transactional Calls – Panggilan yang isinya cuma tanya jam operasional, cek status pesanan, atau konfirmasi alamat. Sifatnya cepat, jelas, dan gak butuh drama. AI bisa ambil alih sepenuhnya. Relational Calls – Kasus yang ribet, penuh emosi, dan butuh sentuhan personal. Di sini, manusia tetap gak tergantikan, karena AI meski pintar meniru nada bicara, tetap gak punya perasaan. Positifnya...

Headset Call Center Work From Home: Cyber Acoustics AC34 & AC204

Image
Kalau kerja remote atau di call center tapi sering terganggu suara ayam berkokok, anjing menggonggong, atau bahkan bunyi kipas angin yang menyusup ke telinga lawan bicara—solusinya bukan pindah rumah atau pindah kantor. Solusinya headset noise cancelling. Kenapa Gangguan Suara Jadi Musuh Utama Agen Call Center Bayangkan sedang negosiasi dengan klien penting, suasana sudah serius, lalu tiba-tiba terdengar kokok ayam atau nada dering unik rekan kerja. Gangguan seperti ini bukan hanya bikin momen jadi canggung, tapi juga bisa merusak kesan profesional. Nah, di sinilah Cyber Acoustics AC34 masuk sebagai penyelamat. AC34: Headset Noise Cancelling yang 100% Efektif Tapi setelah uji coba, AC34 berhasil membuat suara latar hilang total—tidak peduli apakah itu suara percakapan orang lain, bising lalu lintas, atau dering ponsel. Keunggulannya: 1. Tidak perlu software atau langganan berbayar. 2. Mikrofon dengan jarak ideal yang tetap jernih. 3. Bahan ear cushion leatherette yang adem dan nyaman d...

Layanan Customer Service Terbaik: Menghadapi Keterlambatan Pengiriman & Komplain Pelanggan Unik

Image
Ternyata, cerita paling seru dari dunia layanan customer service kadang datang dari momen yang bikin kening berkerut, tapi bibir tersenyum. Bayangkan: pelanggan yang sudah sebulan menunggu pesanannya, tiba-tiba melempar candaan. Dari sini, satu hal jadi jelas—menghadapi keterlambatan pengiriman bukan cuma soal prosedur, tapi juga soal komunikasi yang cerdas dan empati yang tulus. Komunikasi Adalah Nyawa Customer Service Tidak peduli seberapa cepat sistem atau sehebat apa SOP, kalau informasi tidak sampai ke pelanggan tepat waktu, hasilnya sama: rasa kecewa. Dan di sinilah, skill utama agen CS diuji—bagaimana membuat pelanggan merasa dihargai, meskipun kabar yang dibawa bukan kabar baik. Kasus “di Bea Cukai” Kronologinya cukup dramatis. Seorang pelanggan memesan satu set acoustic phones. Sebulan kemudian, belum ada kabar. Setelah menghubungi CS, ternyata barangnya tertahan di bea cukai selama 30 hari. Tidak ada email, tidak ada pemberitahuan. Pelanggan pun kesal, menanyakan alasan, bahk...

Strategi Retention Specialist: Rahasia Mencegah Pelanggan Batal Langganan & Tetap Setia

Image
Kadang, keputusan pelanggan untuk bertahan bukan soal harga atau fitur, tapi soal rasa dihargai. Ada yang berangkat dengan niat membatalkan layanan, tapi pulang dengan senyum dan kata, “Oke, saya lanjutkan langganannya.” Nah, momen ini adalah kemenangan seorang retention specialist. Mereka bukan sekadar agen call center, tapi ujung tombak strategi mempertahankan pelanggan yang menentukan apakah sebuah bisnis hanya “jual putus” atau punya hubungan jangka panjang dengan pelanggannya. Menang Bukan Selalu Soal Diskon Percaya atau tidak, ada kasus di mana pelanggan tidak butuh potongan harga, tidak butuh bonus bulan gratis, tapi cuma ingin satu hal: permintaan maaf yang tulus. Contohnya, ketika pelanggan mengeluh karena diperlakukan tidak sopan oleh staf lain, solusi terbaik bukanlah refund atau promo, tapi pengakuan kesalahan dan sikap memperbaiki hubungan. Kalau masalahnya adalah harga, baru deh negosiasi dimulai. Kenapa Retention Account Itu Penting Banyak yang mengira menarik pelanggan ...

Syarat Bahasa Inggris Call Center: Minimal Level CEFR untuk Bisa Diterima Kerja

Image
  Minimal bahasa Inggris aman itu level B1 CEFR. Di level ini, kita sudah bisa ngobrol dengan topik umum, paham inti pembicaraan, dan nggak panik kalau harus jawab pelanggan. Tapi, kalau mau main aman dan peluang lebih besar, B2 akan jauh lebih nyaman. Kenapa B1 Bisa, Tapi B2 Lebih Direkomendasikan Di level B1 (Intermediate), kita bisa memahami inti obrolan yang jelas dan berkaitan dengan hal familiar seperti pekerjaan atau sekolah. Kita juga bisa menulis teks sederhana dan menceritakan pengalaman atau rencana. Makanya, B1 itu cukup buat mulai, tapi B2 (Upper Intermediate) bikin kita lebih lancar menghadapi topik kompleks dan ngobrol santai tanpa terlalu mikir terjemahan. Bukan Hanya Grammar, Ini yang Dinilai Banyak orang mengira kemampuan bahasa Inggris itu cuma soal grammar. Padahal, hal lain yang dinilai: Pronunciation – pengucapan yang jelas biar pelanggan paham. Fluency – ngomong tanpa terlalu banyak jeda “hmm…” atau “eee…”. Spontaneity – bisa respon cepat tanpa harus nyusun k...

Rahasia Biar Ngomong ke Pelanggan Tetap Natural & Nggak Kaku

Image
  Kalau dibayangkan, dunia customer service itu bukan cuma soal baca teks dari layar. Bahkan, kalau semua percakapan cuma dibaca persis kata per kata, pelanggan bisa langsung sadar, “Wah, ini robot apa manusia?” Makanya, meski beberapa perusahaan kasih script call center, tujuannya bukan buat dihafal mati, tapi sebagai peta arah. Kita yang harus menyesuaikan jalan ngobrolnya. Sebelum masuk ke awal cerita, yuk kita kasih kesimpulan dulu: Inti dari pelayanan yang bikin pelanggan betah itu adalah bahasa yang organik, fleksibel, dan sesuai situasi. Script cuma penunjuk jalan, kita yang nyetir. Ketika Script Harus Dibaca Kata per Kata Ada satu pengecualian. Misalnya di sektor perbankan, hukum mengharuskan agent membaca script tertentu secara verbatim (persis tanpa ubah satu huruf pun). Ini biasanya untuk prosedur penting sebelum aksi tertentu, seperti verifikasi data sensitif atau persetujuan transaksi. Nah, di bagian ini, mau nggak mau agent harus patuh 100%. Contoh: Script yang Cocok ...

Nada Bicara Lebih Penting dari Isi Jawaban

Image
Banyak orang mengira kalau masalah pelanggan itu selesai begitu kita kasih penjelasan yang benar. Nyatanya? Salah nada bisa bikin penjelasan yang sempurna justru memicu emosi. Kasus Rp50.000 di tagihan internet ini contohnya. Bukan jumlahnya yang bikin panas, tapi cara agen layanan pelanggan merespons. Pelajaran Emas untuk Bisnis yang Bergantung pada Layanan Berlangganan Acknowledge atau hancur. Kalau pelanggan bilang “saya sudah 5 tahun pakai jasa ini,” artinya dia sedang membuka pintu untuk kamu mengapresiasi dia. Jangan cuek. Hindari kata-kata yang terkesan menyalahkan. Frasa seperti “coba cek email” atau “seperti yang saya bilang” itu nyaris setara dengan menunjuk hidung orang. Empati dulu, solusi kemudian. Orang lebih gampang menerima kabar buruk kalau perasaannya dihargai dulu. Apa yang Sebenarnya Terjadi di Panggilan Telepon Itu Customer menelepon untuk menanyakan biaya tambahan Rp50.000 di tagihannya. Agent, agen yang menjawab, langsung masuk ke proses pengecekan akun tanpa men...

Kasus Nyata: Pelanggan Marah karena Layanan Pelanggan Buruk dan Cara Perusahaan Menanganinya

Image
Kalau dipikir-pikir, masalah ini sebenarnya nggak ada hubungannya sama jumlah uangnya. Customer, pelanggan setia selama lima tahun, awalnya cuma mau tahu kenapa ada charge misterius sebesar Rp50.000 di tagihan. Hasil akhirnya? Nyaris saja ia memutuskan untuk membatalkan layanan internet yang selama ini dia pakai. Komunikasi Lebih Penting dari Harga Dari awal, jelas banget kalau isu utamanya bukan “Rp50.000 yang hilang”, tapi bagaimana customer service menanggapi keluhan. Satu kalimat yang terdengar meremehkan bisa menghapus bertahun-tahun hubungan baik dengan pelanggan. Buat bisnis yang mengandalkan langganan bulanan, kehilangan pelanggan setia adalah kerugian besar—nggak cuma secara finansial, tapi juga reputasi. Ketika Nada Suara Mengalahkan Penjelasan Teknis Agent, staf customer service, sebenarnya sudah menjelaskan bahwa biaya itu berasal dari upgrade layanan otomatis—fitur yang memang diaktifkan oleh pelanggan. Bahkan, email pemberitahuan sudah dikirimkan (meskipun kemungkinan mas...

Cara Cepat Lancar Bahasa Inggris untuk Non-Native: Rahasia Shadowing, Vocabulary Boost, dan AI Tutor Terbaik

Image
Lucunya, banyak orang baru sadar kalau grammar mereka udah bagus, kosakata lumayan luas, dan membaca teks bahasa Inggris itu gampang… tapi giliran ngobrol sama native speaker, langsung blank. Nah, sebelum kita panjang lebar, kita simpulkan dulu: kuncinya ada di latihan real-time, teknik shadowing, dan teknologi AI seperti ELSA Speak. Kenapa Masih Gagap Ngomong Padahal Udah Belajar dari TK? Jawaban singkatnya: kita diajarin bunyi yang salah dan jarang banget pakai bahasa itu secara spontan. Di sekolah, pengucapan kita dibentuk sesuai aksen lokal—hasilnya? Kalau ngobrol sama sesama non-native, lancar-lancar aja. Tapi pas ketemu orang Inggris atau Amerika asli, otak langsung lemot decode suaranya. Ini bukan salah guru, tapi memang dulu kebutuhan komunikasinya berbeda. Baru setelah industri global terbuka, kesenjangan ini kerasa banget. Teknik Shadowing: Latihan Tiga Langkah yang Nggak Basi Listening – Dengarkan pelafalan asli dengan teliti. Mimicking – Tiru suara itu secara fisik, biar li...

Cara Melatih Aksen Bahasa Inggris untuk Kerja Call Center

Image
Banyak yang bilang belajar aksen itu susah, apalagi buat kerja di call center internasional. Tiga langkah latihan aksen sebenarnya gampang banget: dengar, tiru, dan rekam. Tapi yang keempat—yang paling menentukan—adalah: tahan terus tiap hari. Bahkan aksen paling “native” pun bisa dikuasai kalau dilakukan secara konsisten. Langkah Pertama: Dengar Bukan Sembarang Dengar Dengar yang dimaksud bukan sekadar pasang video dan biarin muter. Ini soal active listening—dengerin dengan niat. Perhatikan ritme, penekanan kata, dan cara suara terhubung antar frasa. Misalnya, kata “each itch” bisa terdengar beda dari “each it”, padahal cuma beda sedikit. Dan ya, yang kayak gini penting banget biar nggak salah paham saat ngobrol sama pelanggan dari Amerika atau Kanada. Targetnya jelas: pengucapan American English. Karena mayoritas pelanggan call center internasional itu dari sana. Jadi, kalau mau bikin komunikasi lebih lancar dan menghindari permintaan “can I talk to a native speaker?”, dimulai dari m...