Fenomena Brain Rot pada Anak dan Dewasa
Di tengah derasnya arus video pendek, meme aneh, dan hiburan instan, muncul satu gejala yang semakin sering dibicarakan: brain rot atau pembusukan otak. Fenomena ini tidak datang tiba-tiba, melainkan tumbuh perlahan seiring perubahan cara manusia mengonsumsi informasi digital setiap hari. Ciri-ciri Brain Rot Akibat Media Sosial Pembusukan otak bukan istilah medis, tetapi deskripsi kondisi psikologis dan kognitif yang mudah dikenali. Salah satu cirinya adalah durasi penggunaan layar ponsel yang berlebihan, terutama jika melampaui tiga hingga empat jam per hari. Semakin lama otak terpapar stimulasi cepat, semakin menurun kemampuannya untuk bertahan dalam fokus yang panjang. Kondisi ini sering disertai ketidakmampuan mengikuti percakapan yang mendalam, diskusi panjang, atau narasi berurutan. Otak terbiasa pada potongan pendek, bukan pemahaman utuh. Ketika Informasi Panjang Menjadi Tidak Menarik Banyak orang kini hanya tertarik pada judul, cuplikan singkat, atau ringkasan ekstrem. Buku dib...