Hollywood selama puluhan tahun identik dengan kemewahan, teknologi perfilman mutakhir, aktor terkenal, waralaba raksasa, dan film-film dengan anggaran produksi yang sulit ditandingi. Nama seperti Disney, Marvel, Pixar, Lucasfilm, DC, serta berbagai studio besar lainnya telah menjadi bagian dari budaya populer dunia. Namun, dominasi tersebut tidak berarti industri perfilman Amerika Serikat selalu berada dalam kondisi aman. Ada perubahan perilaku penonton yang perlahan membuat formula lama semakin sulit dipertahankan. Persoalan Hollywood bukan semata-mata karena film yang dibuat menjadi buruk. Justru masalahnya jauh lebih rumit. Industri ini berada di antara dua kebutuhan yang saling bertabrakan: film harus menjadi karya seni yang membutuhkan kreativitas, tetapi pada saat yang sama film merupakan produk bisnis yang harus menghasilkan keuntungan. Ketika biaya produksi semakin besar, ekspektasi penonton meningkat, dan investor menuntut kepastian keuntungan, ruang untuk bereksperimen dapat ...


