Di era media sosial, kehidupan keluarga pejabat publik tidak lagi sepenuhnya menjadi urusan pribadi. Setiap unggahan dapat dilihat ribuan hingga jutaan orang hanya dalam waktu singkat. Foto liburan, kendaraan, pakaian, tempat menginap, hingga perjalanan menggunakan fasilitas tertentu dapat memunculkan persepsi publik yang jauh lebih besar daripada maksud awal pembuat unggahan tersebut. Karena itu, persoalan mengenai etika keluarga pejabat di media sosial menjadi semakin relevan untuk dibicarakan, terutama ketika sebuah negara sedang mengalami ketegangan sosial dan masyarakat sedang sangat sensitif terhadap persoalan ekonomi, hukum, serta ketimpangan. Sebuah gaya hidup yang bagi sebagian orang dianggap biasa dapat terlihat sangat berbeda ketika ditampilkan oleh keluarga yang mempunyai hubungan dekat dengan pejabat negara. Perbedaannya bukan semata-mata terletak pada harga barang atau fasilitas yang digunakan, melainkan pada konteks sosial yang menyertainya. Ketika masyarakat sedang meng...


