Nama Christiaan Snouck Hurgronje selalu berada di wilayah yang menarik sekaligus kontroversial dalam pembahasan sejarah Islam di Indonesia. Sosok yang lahir di Belanda pada 1857 itu dikenal sebagai seorang akademisi yang memiliki pengetahuan mendalam mengenai bahasa Arab, Islam, masyarakat Muslim, serta kebudayaan Timur Tengah. Namun, di balik reputasinya sebagai orientalis, muncul pertanyaan yang hingga kini terus mengundang perdebatan: apakah Snouck Hurgronje benar-benar memeluk Islam atau hanya berpura-pura menjadi Muslim demi kepentingan penelitian dan pemerintah kolonial Belanda? Pertanyaan tersebut menjadi semakin menarik karena kehidupan Snouck Hurgronje tidak sesederhana gambaran seorang pejabat kolonial yang datang ke Hindia Belanda, mengumpulkan informasi, lalu kembali ke Eropa. Ia pernah berada di Makkah, berinteraksi dengan ulama, memahami tradisi keislaman dari dekat, tinggal di lingkungan masyarakat Muslim, bahkan menikah dengan perempuan pribumi. Di sisi lain, ia juga be...