Indonesia sering dibayangkan sebagai sebuah bangsa yang memiliki kebudayaan asli dan berdiri sendiri sejak masa lampau. Padahal, jika perjalanan sejarah Nusantara diperhatikan lebih jauh, identitas Indonesia justru terbentuk melalui pertemuan yang panjang antara berbagai masyarakat, kebudayaan, agama, bahasa, tradisi, serta peradaban dari dalam dan luar kepulauan. Karena itu, pembahasan mengenai sejarah akulturasi budaya Indonesia sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari pengaruh Cina, India, dunia Islam, maupun Eropa. Bahkan, gagasan mengenai kebudayaan Indonesia yang sepenuhnya murni menjadi sulit dipertahankan apabila melihat bagaimana perdagangan, migrasi, perkawinan, penyebaran agama, dan pertukaran pengetahuan berlangsung selama berabad-abad. Kalimat bahwa Indonesia adalah bangsa campuran mungkin terdengar sederhana, tetapi maknanya sangat dalam. Nusantara sejak dahulu berada di kawasan yang menjadi jalur pertemuan berbagai bangsa. Kepulauan yang membentang luas di antara Asia dara...