Skip to main content

Daftar Istilah Dunia BPO dan Call Center Indonesia



Pernah denger istilah "nesting"? Di tahap ini, kamu udah mulai nerima telepon dari pelanggan asli. Tapi tenang, biasanya nggak langsung full delapan jam. Separuh waktu bakal dipakai buat diskusi bareng trainer, ngobrolin panggilan yang udah masuk, dan cari tahu di mana yang perlu ditingkatin.

Ada istilah “inbound” dan “outbound”. Sederhananya, inbound itu kalau pelanggan yang nelepon ke pusat layanan—biasanya buat nanya soal produk, komplain, atau butuh bantuan. Sementara outbound, ya kebalikannya—agen yang nelepon ke pelanggan, misalnya buat jualan atau survei.

Setiap akun bisa punya belasan sampai puluhan aplikasi yang beda-beda. Ada yang buat cek tagihan, ada yang buat refund, sampai tools buat angkat dan nelepon pelanggan. Tanpa ngerti tools ini, susah banget buat bantu pelanggan dengan efektif.

Kadang, ada juga situasi di mana pelanggan minta bicara langsung sama supervisor. Nah, ini yang disebut "soup call". Bisa juga terjadi kalau masalah pelanggan terlalu rumit dan kamu sebagai agent nggak bisa menyelesaikannya sendiri. Di titik ini, kamu harus eskalasi ke atasan atau departemen khusus yang punya akses lebih luas.

Tapi jangan salah, nggak semua permintaan pelanggan buat bicara sama atasan harus langsung dikabulin. Ada “de-escalate”, di mana coba tenangin pelanggan dan selesain masalahnya. Soalnya, jumlah supervisor terbatas, jadi nggak bisa semua kasus dilempar ke mereka.

Nah, buat yang masih bingung perbedaan antara call center sama contact center, ini dia: call center fokusnya di panggilan telepon, sedangkan contact center lebih luas—bisa lewat chat, email, dan telepon. Jadi kalau kamu denger istilah contact center, itu bisa jadi pekerjaannya gak cuma angkat telepon.

Jadi, perusahaan besar sering banget nyewa perusahaan buat ngelola layanan pelanggan mereka. Alasan utamanya? Biaya tenaga kerja murah.

Mock call buat ngerasain ngobrol sama pelanggan. Kadang dilakuin pas proses rekrutmen, kadang juga pas training. Biasanya yang jadi pelanggan pura-pura itu trainer kamu sendiri atau teman sekelas pelatihan.

Setelah lulus dari product training—yang isinya semua tentang akun tempat kamu bakal kerja—kamu masuk ke tahap nesting tadi. Nah, product training ini juga krusial banget karena semua informasi soal kebijakan, sistem, aplikasi, sampai SOP, ada di sana. Ketinggalan satu hari aja bisa bikin bingung sendiri nantinya.

“Avail” juga istilah yang sering banget dipake. Artinya kamu lagi siap nerima panggilan. Biasanya status ini diatur lewat sistem. Kalau “unavailable”, gak bakal dapet. Tapi kalau udah “avail”, siap-siap deh, sistem bisa langsung kasih telepon masuk.

Berhubungan dengan itu, ada juga istilah “auto-in”. Ini berarti sistem yang otomatis nyambungin telepon masuk tanpa kamu harus pencet tombol. Ada versi outbound juga, di mana sistem otomatis nelepon pelanggan satu per satu. Kelemahannya? Gak ada waktu buat napas di antara panggilan.

After Call Work atau ACW itu kerjaan setelah percakapan. Misalnya, ngisi catatan, kirim email follow-up, atau kontak pihak ketiga kayak vendor atau jasa kurir. Biasanya dibatesin waktunya, cuma beberapa menit doang.

Warm transfer semacam briefing biar agent yang nerima lebih siap. Tapi kalau cold transfer, ya langsung sambungin aja tanpa penjelasan dulu. Mana yang dipakai? Tergantung situasinya.


Comments

Popular posts from this blog

Cara Cepat Mahir Mengetik 10 Jari Tanpa Melihat Keyboard – Wajib Tahu Buat Pelamar Call Center & Fresh Graduate!

Cuma butuh dua minggu latihan konsisten buat bisa ngetik lancar 10 jari tanpa perlu melototin keyboard. Tapi entah kenapa, sampai sekarang masih banyak pelamar lowongan call center yang ngetiknya kayak burung pelatuk—pakai dua jari sambil nunduk. Padahal, skill ngetik ini jadi senjata utama kalau kerja di dunia pelayanan pelanggan. Gak Bisa Ngetik Cepat? Segera Perbaiki Kalau Gak Mau Ketinggalan Zaman Kamu bisa aja jago ngomong, tapi kalau pas input data ngetiknya setengah jam untuk satu kalimat, siap-siap bikin pelanggan frustasi. Nah, biar gak ketinggalan dan ditinggal recruiter, yuk simak cara belajar touch typing yang cepat, gratis, dan 100% bisa dilakukan siapa aja—even yang gaptek sekalipun. Kenapa Skill Mengetik Itu Penting Buat CS dan Job Online Lainnya? Di dunia kerja digital sekarang, kecepatan dan ketepatan adalah segalanya. Gak cuma buat call center, tapi juga buat virtual assistant, admin remote, customer service e-commerce, bahkan freelance data entry. Semuanya butuh skil...

Nyamankah dengan Gaji Customer Service Call Center Indonesia 2025

Gaji agent call center di Indonesia, apalagi yang baru mulai, memang terasa cukup nyaman buat hidup sendiri. Bisa bayar kos, jajan boba tiap minggu, bahkan kadang nyicil HP baru. Tapi jangan salah, hidup itu dinamis. Kerja Call Center Bisa Bikin Mandiri, Tapi Bukan Tempat Menetap Selamanya Maka dari itu, kalau sekarang masih betah kerja sebagai customer service, mulailah siapkan rencana keluar dari industri ini, dan bangun skill baru sedini mungkin. Cerita di Tengah: Dari Gaji Harian di Mall ke Gaji Bulanan yang Bikin Merasa “Kaya Raya” Tahun 2013, seorang anak muda umur 20 tahun kerja di mall, dibayar cuma per hari. Bisa dibilang pas-pasan buat sekadar bertahan hidup. Tapi semuanya berubah waktu dia pindah ke dunia call center. Begitu terima gaji pertamanya, rasanya kayak menang undian. Pendapatannya langsung naik dua kali lipat. Rasanya hidup jadi lebih cerah. Tapi cerita gak berhenti di sana. Gaji besar di awal bisa bikin terlena. Banyak yang merasa cukup, padahal tantangan hidup ma...

Kesalahan Grammar yang Bikin Malu: Bedain “Your” vs “You’re” dan “Its” vs “It’s”, Yuk!

  Kalau kamu masih asal tulis your dan you’re, atau sering tukar-tukar antara its dan it’s, jangan kaget kalau kamu dihakimi diam-diam sama pembaca atau rekruter. Iya, sesederhana itu bisa bikin kredibilitas ambyar. Tapi kabar baiknya: ini gampang banget dipelajari, asal kamu paham polanya. Pahami Dulu Fungsi Tersembunyi dari Tanda Apostrof Kita mulai dari si kecil yang suka bikin bingung: apostrof (‘). Kalau ada apostrof di kata you’re dan it’s, berarti itu kontraksi, alias gabungan dari dua kata. You’re = You are Contoh: You’re reckless → You are reckless It’s = It is atau It has Contoh: It’s raining → It is raining Contoh lain: It’s been amazing → It has been amazing Jadi setiap ketemu apostrof, coba ubah ke bentuk aslinya. Masuk akal? Berarti benar. Aneh? Salah besar. Kalau Gak Ada Apostrof, Artinya Itu Kepemilikan Sekarang kebalikannya, kalau kamu lihat your dan its tanpa apostrof, itu berarti menunjukkan kepemilikan. Your sister → saudarimu Its requirements → persyaratannya (...