Tahapan Training Agent Call Center Indonesia : Mock Call, Training Produk, Job Offer


Sudah berhasil lolos interview kerja? Selamat, tapi jangan keburu lega. Ternyata, itu belum jadi tiket pasti buat dapat kerja di dunia call center. Masih ada empat tahap training yang harus dilalui, dan sayangnya, nggak semua orang berhasil sampai garis finish.

Tahap Paling Menantang: Mock Call

Biasanya sih, banyak yang kecele di tahap ketiga, yaitu mock call. Ini bukan mock call ecek-ecek yang biasa dipakai pas rekrutmen. Yang satu ini jauh lebih ribet dan kompleks. Kenapa? Karena semua jawaban yang dikasih harus berdasarkan ilmu yang udah dipelajari pas pelatihan produk. Nggak bisa ngarang. Jadi, hafalin alur percakapan alias call flow itu wajib banget. Bahkan, kalau bisa, cari teman pelatihan yang udah pernah kerja di call center, lalu latihan bareng. Saling bergantian jadi agen dan pelanggan, dengan skenario yang beda-beda.

Fondasi Penting: Training Produk

Ini tahap yang biasanya paling bikin ngantuk. Tapi jangan salah, ini juga yang paling krusial. Semua tentang perusahaan, kebijakan, prosedur, sampai aplikasi-aplikasi kerja bakal dikupas di sini. Kalau kamu dapet pelatihan ini, jangan sampai bolos. Sekali absen, bisa-bisa kamu bakal ketinggalan kereta. Bawalah catatan dan tulis semua info penting. Apalagi kalau aplikasi yang dipakai nggak cuma satu dua, tapi sampai sepuluh jenis.

Tahapan Awal yang Ringan: Language Training

Nah, yang paling ringan itu justru di awal, pas language training. Tapi anehnya, tahap ini malah udah jarang dikasih di banyak perusahaan. Kalau kamu dapet sesi ini, berarti kamu termasuk beruntung. Di sini, kamu bakal belajar grammar dasar, pronunciation, dan budaya negara tempat customer berasal—biasanya sih Amerika.

Tahap Final: Nesting atau Barge-In

Setelah semua teori dan praktek, kamu akan masuk ke tahap akhir yaitu nesting atau barge-in. Ini kayak magang di lantai produksi. Kamu bakal dikasih headset dan diajak dengerin langsung percakapan agen dengan pelanggan asli. Walaupun cuma dua atau tiga hari, pengalaman ini penting banget. Tips utamanya: manfaatkan momen buat tanya hal-hal yang nggak ada di materi pelatihan. Jangan buang-buang waktu nanya hal remeh. Cari tahu trik-trik kecil dari agen senior yang udah paham banget seluk-beluknya.

Tips Umum Selama Training Call Center

Kalau bicara soal tips umum selama masa training, ada beberapa hal yang wajib banget diperhatiin. Pertama, latihan bahasa Inggris. Gunakan bahasa Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Nonton film, dengerin podcast, bahkan ngobrol sama keluarga juga pakai bahasa Inggris kalau bisa.

Persiapan Fisik: Tidur dan Olahraga Itu Penting

Selain itu, tidur cukup juga penting. Pastikan kamar gelap, tenang, dan udaranya enak. Jangan lupa, olahraga juga berpengaruh. Nggak perlu ke gym, cukup buka YouTube dan cari video latihan singkat.

Mental Juga Harus Siap

Satu hal lagi yang sering diabaikan: mental. Jangan takut salah. Salah itu biasa. Banyak peserta training yang berhenti di tengah jalan cuma gara-gara merasa nggak mampu. Padahal, kalau sedikit aja lebih sabar dan optimis, pasti bisa lewatin semuanya.

Lulus Training Baru Dapat Job Offer

Intinya, training call center itu bukan cuma soal teknis, tapi juga soal kesiapan mental dan kebiasaan. Kalau udah bisa lewatin empat tahap ini—language, product, mock call, dan nesting—barulah kamu bisa dapat job offer resmi. Jadi, jangan cepat puas cuma karena lolos interview ya!

Comments

Popular posts from this blog

Cara Jawab Pertanyaan “Ceritain Tentang Diri Kamu” di Interview Call Center Indonesia

Mengenal Analitis, Driving, Amiable, dan Expressive

Tips Simulasi Mock Call Center Indonesia